Cara Install dan Menggunakan Docker di Linux RHEL/Rocky/AlmaLinux: Panduan Lengkap untuk Pemula
Docker adalah salah satu tools paling populer di dunia IT untuk membuat, mengelola, dan menjalankan aplikasi dalam container. Dengan Docker, kamu bisa memastikan aplikasi kamu berjalan konsisten di berbagai lingkungan, mulai dari laptop hingga server produksi. Di artikel ini, kita akan bahas cara install Docker di Linux RHEL/Rocky/AlmaLinux, plus tips dan trik untuk memaksimalkan penggunaannya. Yuk, simak!
Kenapa Docker?
Docker memungkinkan kamu untuk mengemas aplikasi beserta semua dependensinya ke dalam sebuah container. Container ini bisa berjalan di mana saja, baik di laptop, server, atau cloud, tanpa perlu khawatir tentang perbedaan konfigurasi lingkungan. Ini membuat proses development dan deployment jadi lebih cepat dan efisien.
Cara Install Docker di Linux RHEL/Rocky/AlmaLinux
1. Update Sistem
Sebelum install Docker, pastikan sistem kamu up-to-date:
sudo yum update -y
2. Install Package yang Dibutuhkan
Docker membutuhkan beberapa package tambahan. Install dengan perintah berikut:
sudo yum install -y yum-utils device-mapper-persistent-data lvm2
3. Tambahkan Repositori Docker
Tambahkan repositori Docker ke sistem kamu:
sudo yum-config-manager --add-repo https://download.docker.com/linux/centos/docker-ce.repo
4. Install Docker
Sekarang, install Docker dengan perintah ini:
sudo yum install -y docker-ce docker-ce-cli containerd.io
5. Jalankan Docker
Setelah terinstall, nyalakan Docker dan aktifkan agar bisa jalan otomatis saat boot:
sudo systemctl start docker
sudo systemctl enable docker
6. Verifikasi Instalasi
Untuk memastikan Docker berjalan dengan baik, cek versinya:
docker --version
Jika muncul versi Docker, berarti instalasi berhasil!
Command Dasar Docker yang Wajib Diketahui
Setelah Docker terinstall, kamu perlu tahu beberapa command dasar berikut:
1. Pull Image
Download image dari Docker Hub (misalnya, image Ubuntu):
docker pull ubuntu
2. Jalankan Container
Jalankan container dari image yang sudah di-pull:
docker run -it ubuntu
3. Lihat Container yang Sedang Berjalan
Gunakan command ini untuk melihat container yang aktif:
docker ps
4. Hapus Container
Jika container sudah tidak digunakan, hapus dengan:
docker rm <container_id>
5. Hapus Image
Untuk menghapus image yang tidak terpakai:
docker rmi <image_name>
Membuat Dockerfile untuk Image Custom
Dockerfile adalah file konfigurasi untuk membuat image custom. Misalnya, kamu ingin membuat image yang sudah termasuk aplikasi kamu. Berikut contoh sederhana:
# Dockerfile
FROM ubuntu:latest
RUN apt-get update && apt-get install -y python3
COPY app.py /app.py
CMD ["python3", "/app.py"]
Build image-nya dengan perintah:
docker build -t my-custom-app .
Jalankan container dari image yang sudah dibuild:
docker run my-custom-app
Menggunakan Docker Compose untuk Multi-Container
Jika aplikasi kamu membutuhkan beberapa container (misalnya, database dan backend), gunakan Docker Compose. Buat file docker-compose.yml
:
version: '3'
services:
web:
image: nginx
ports:
- "80:80"
db:
image: mysql
environment:
MYSQL_ROOT_PASSWORD: password
Jalankan semua service-nya:
docker-compose up
Tips & Trik Mengoptimalkan Docker
- Gunakan Volume: Volume memungkinkan kamu menyimpan data secara persisten, bahkan setelah container dihapus.
- Buat Network Khusus: Buat network khusus agar container bisa berkomunikasi satu sama lain.
- Monitor Logs: Gunakan
docker logs <container_id>
untuk memantau logs container.
Kesimpulan
Docker adalah tools yang sangat powerful untuk memudahkan proses development dan deployment aplikasi. Dengan mengikuti panduan ini, kamu sudah bisa install Docker di Linux RHEL/Rocky/AlmaLinux dan mulai menggunakan container untuk aplikasi kamu. Jangan lupa eksplor lebih lanjut fitur-fitur Docker seperti Docker Compose dan volume untuk kebutuhan yang lebih kompleks.
Selamat mencoba, dan semoga artikel ini membantu kamu memahami Docker dengan lebih baik! 🐳